Pernah gak lo ngerasa hidup lo kayak lomba lari yang lo sendiri gak daftar?
Tiap hari dikejar target, ekspektasi, dan notif WhatsApp dari grup keluarga yang gak penting-penting amat?
Tenang.
Mark Manson datang bukan buat ngajarin lo jadi lebih sempurna,
tapi justru ngajarin lo buat gak usah terlalu mikirin jadi sempurna.
βBodo amatβ di sini bukan berarti cuek bebek kayak gak punya empati.
Tapi lebih ke milih mana yang layak lo peduliin.
Karena energi lo terbatas, bro.
Kalau semua hal lo ambil hati,
nanti hati lo keburu penuh sama drama yang gak penting.
βYou have a limited number of fcks to give, so give them wisely.β* β kata Mark Manson (dengan gaya santainya yang khas)
Gak semua orang ditakdirkan viral, jadi CEO, atau punya abs six-pack.
Dan itu… normal.
Kebahagiaan bukan datang dari jadi luar biasa,
tapi dari menerima diri lo, dengan segala kebiasaannya nunda kerjaan.
Hidup gak akan pernah “beres”.
Setiap solusi ngasih masalah baru.
Punya pasangan? Berantem.
Jomblo? Kesepian.
Punya kerjaan? Capek.
Nganggur? Stres.
Jadi, bukan cari hidup tanpa masalah,
tapi milih masalah mana yang lo rela hadapi.
Mark Manson bilang:
βKalau lo gak gagal, artinya lo gak nyoba hal yang cukup menantang.β
Also Read: Ayah, ini arahnya ke mana, ya?
Bahkan jatuh cinta pun butuh nyoba dulu.
Dan gagal.
Dan move on.
Dan gagal lagi.
Dan⦠akhirnya jadi bahan status WhatsApp.
Hidup gak akan sempurna. Tapi lo bisa memilih buat gak ambil pusing pada hal yang gak penting.
Dan justru karena itu, hidup lo jadi lebih ringan, lucu, dan… jujur aja, lebih waras.