Pernah nggak sih kamu ngerasa:
“Gaji udah naik… tapi kok tetep bokek?”
Atau,
“Liat saldo 0 itu bikin deg-degan kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.”
Tenang, bro. Kamu nggak sendiri. Dan mungkin, inilah alasan kenapa buku The Psychology of Money ini wajib banget kamu baca. Buku ini bukan ngajarin cara jadi cepat kaya, tapi cara berpikir soal uang, yang… surprisingly, nggak banyak dibahas di sekolah.
Morgan Housel—penulisnya—bukan motivator yang ngasih janji surga “5 langkah jadi milyarder dalam 1 minggu.” Dia cuma ngajak kita untuk ngerti bahwa:
Uang bukan cuma soal logika, tapi soal psikologi.
Dan ini dia beberapa poin penting dari bukunya yang relate banget sama hidup kita:
Banyak orang pintar akademis, karir cemerlang, tapi… borosnya minta ampun.
Di sisi lain, ada orang biasa aja, tapi duitnya stabil dan hidupnya tenang.
Karena soal uang itu nggak selalu soal IQ, tapi soal EQ.
Kalau kamu kalap diskon terus tiap Shopee 12.12… ya itu bukan soal logika, tapi emosi 😅Also Read: 🎯 Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
Uang itu kayak tanaman. Bukan soal benihnya doang, tapi seberapa sabar kamu nyiramnya.
Warren Buffett itu bukan orang dengan return terbesar. Tapi dia udah investasi dari umur 11 tahun sampai… sekarang udah lebih dari 90!
Jadi, bukan siapa yang paling cepet kaya, tapi siapa yang paling sabar nunggu.
Kalau kamu pernah bangkrut karena bisnis temen, kamu akan jadi trauma investasi.
Kalau kamu lahir di masa krisis, kamu akan lebih konservatif secara alami.
Masalahnya, dunia berubah. Tapi kita masih pakai pola pikir “versi trauma 2012”.
Gaya hidup naik terus, tapi rasa puas? Kadang… tetep minus.
Morgan bilang:
“If you risk what you have and need for what you don’t have and don’t need, it’s foolish.”
Jangan sampe kamu korbankan kesehatan, keluarga, bahkan integritas… demi beli mobil yang ujung-ujungnya buat flexing di story 🙈
Bukan buat pamer. Bukan buat nunjukin “aku sukses”.
Tapi supaya kamu bisa bilang:
“Hari ini aku nggak mau kerja, dan itu bukan masalah.”
Kebebasan adalah kekayaan yang sesungguhnya.
Buku The Psychology of Money ngajarin kita bahwa pengelolaan uang itu bukan tentang rumus-rumus, tapi soal kebiasaan dan mindset.
Uang bisa jadi berkah, bisa juga jadi bumerang—semua tergantung kamu melihatnya gimana.
Dan ingat bro…
Kaya itu boleh. Tapi tenang itu wajib.
Kalau kamu tertarik untuk beli bukunya yang versi Bahasa Inggris, Klik di sini
versi Bahasa Indonesianya, bisa Klik di sini
