Pernah nggak, kamu lagi kerja serius, terus tiba-tiba ada orang datang bilang:
“Bro, kamu tuh butuh healing, bukan deadline.”
Atau,
“Coba deh bayangin kamu itu Elon Musk. Yakin bisa!”
Also Read: Design Thinking
…padahal kamu cuma lagi ngurus spreadsheet gaji. 😅
Nah, inilah kenapa penting banget kalau kamu mau bantu orang kerja lebih baik, jangan keluar dari konteks kerjaannya. Mau bantu? Tetap di dalam zona realita. Bukan ngasih motivasi yang cocoknya dibacain di senja hari sambil ngopi di atas gunung.
Misal:
Si Rani kerja di customer service. Dia stres karena harus jawab 120 komplain per hari.
Terus kamu datang bilang,
“Coba deh kamu lebih ikhlas. Kerja itu ibadah.”
😭 Hello? Yang dia butuh itu sistem kerja yang lebih enak, tools yang efisien, atau paling nggak: SOP yang jelas. Bukan quotes dari grup WhatsApp keluarga.
Orang yang lagi kerja nggak butuh teori mengawang. Dia butuh solusi yang:
Nyambung sama pekerjaannya
Bisa langsung diterapkan
Nggak bikin dia buka Google Translate buat ngerti maksud kamu
Contoh salah:
“Think outside the box, bro.”
Contoh benar:
“Gimana kalau kita bikin template buat email balasan biar nggak ngetik dari nol tiap hari?”
Mau bantu? Lihat dulu kerjaannya kayak apa. Jangan asal komen kayak komentator bola pas adu penalti.
Coba:
Tanyakan dulu: “Kamu lagi ngerjain apa sekarang?”
Dengerin: “Apa yang bikin susah?”
Baru kasih masukan: “Gimana kalau dicoba pakai cara ini?”
🧠 Kuncinya: Masuk ke dunianya dulu, baru bantu dia keluar dari ribetnya.
Kalimat “semangat ya!” itu bagus… tapi kadang posisinya salah. Kayak nyemangatin orang nyari flashdisk hilang di gorong-gorong.
Lebih baik kamu bilang:
“Gue bantuin cari ya. Flashdisk-nya warna apa?”
Alias: jangan cuma kasih semangat, kasih juga bantuan nyata sesuai situasi.
Kalau kamu mau bantu orang kerja lebih baik, jangan keluar dari jalur.
Jangan sok jadi mentor kehidupan kalau belum ngerti:
Tugas dia apa
Hambatan teknisnya apa
Alat kerjanya kayak apa
Kalau dia lagi ngoding, jangan bilang: “Bayangin kamu melukis dunia pakai angka.”
Cukup bilang: “Kodenya error di baris 42. Mungkin karena variabelnya belum dipanggil.”
Mau bantu tim kamu? Rekan kerja? Atau bahkan atasan?
Ingat satu hal: bantuan yang efektif itu nggak harus keren, yang penting relevan.
🎯 Stay in the work context. Karena dari situlah solusi muncul, bukan dari langit ke tujuh.