Pernah ngerasa semua kerjaan datang barengan kayak promo Harbolnas? Satu tugas belum kelar, udah disusul tiga deadline baru. Kepala panas, kopi udah dua gelas, tapi file masih kosong. Welcome to the jungle—alias dunia kerja penuh tekanan waktu.
Tapi tenang. Kamu nggak sendiri. Dan kabar baiknya: time pressure itu bisa diakali. Asal tahu caranya, kamu bisa tetap produktif tanpa harus nginep di kantor atau berubah jadi makhluk kopi.
Multitasking itu kayak main sulap sambil joget—kelihatan keren, tapi ujung-ujungnya kamu cuma capek sendiri. Pilih satu tugas penting, kerjain sampai kelar, baru pindah ke yang lain.
🎯 Fokus itu skill, bukan mode darurat.
Also Read: Fokus Memperbaiki, Bukan Membuktikan
Bikin daftar kerjaan, terus pilah:
Darurat dan penting (kerjain dulu).
Penting tapi nggak buru-buru (jadwalkan).
Bisa ditunda atau didelegasikan (lempar bola ke tim).
Gak penting tapi ganggu (lupakan, move on).
Sistem ini bisa bikin kamu kelihatan lebih teratur… bahkan kalau dalam hati tetap panik 🤡
Kerja fokus 25 menit, istirahat 5 menit. Ulangi 4 kali, lalu ambil istirahat agak lama. Nama kerennya: Pomodoro Technique. Bukan karena kamu harus kerja di dapur, tapi karena otak kita suka istirahat kecil.
🍅 Bonus: kamu bisa pakai timer lucu biar semangat—yang bentuknya tomat juga boleh.
Cek jam, “wah udah sore”. Tapi progress? Nihil. Biasanya ini karena kamu terjebak fake productivity: buka banyak tab, bales email yang nggak penting, scroll medsos sambil bilang “ini lagi cari ide kok”.
Solusi: blok waktu khusus buat kerja fokus, jauhin HP, dan tahan godaan buka YouTube.
Kalau beban kerja udah di luar nalar, ngomonglah! Komunikasi itu bukan kelemahan. Kalau kamu diem terus, siapa tahu orang kantor pikir kamu emang suka dikejar deadline.
💬 “Mas, ini tugasnya dua biji lagi bisa nyusul saya ke mimpi. Boleh minta bantuan?”
Sering kali kita stres duluan cuma karena kata “deadline”. Padahal kalau kamu nyicil dari awal (dan nggak nunda terus), deadline itu malah bisa bantu kamu lebih fokus dan tertata.
Kalau udah mepet? Jangan panik, tapi jangan juga ngopi 3 liter ya.
Tidur cukup, minum air, jalan kaki 5 menit, atau dengerin musik bisa bikin pikiran segar lagi. Jangan kerja 12 jam tapi hasilnya kayak orang begadang ngerjain skripsi. Otakmu juga butuh recharge, bukan di-force quit.
Akhirnya, ingat satu hal: kerja itu bagian dari hidup, bukan seluruh hidupmu. Tekanan waktu itu wajar, tapi kamu tetap bisa senyum dan waras—asal tahu kapan harus kerja, dan kapan harus berhenti.
Jadi, kalau kamu lagi dikejar waktu, jangan buru-buru dikejar burnout juga. Ambil napas, atur strategi, dan kasih ruang buat dirimu sendiri. Kamu bukan robot. Kamu cuma manusia super… yang butuh tidur dan ngemil.
🧠 Produktif itu penting, tapi sehat jiwa jauh lebih penting. Kerjaan bisa dicicil. Waras nggak bisa digantiin.